Yomo23setiawan's Blog

Just another WordPress.com site

PERIKANAN BUDIDAYA (AKUAKULTUR)

Tinggalkan komentar


PERIKANAN BUDIDAYA
(AKUAKULTUR)
Riza Rahman Hakim, S.Pi
Definisi Akuakultur
„ Berasal dari bahasa Inggris: aquaculture
Aqua: perairan, culture: budidaya
„ Akuakultur : kegiatan untuk memproduksi biota
(organisme) akuatik di lingkungan terkontrol
dalam rangka mendapatkan keuntungan (profit).
„ Yang dimaksud budidaya adalah kegiatan
pemeliharaan untuk:
a. memperbanyak (reproduksi)
b. menumbuhkan (growth)
c. meningkatkan mutu biota akuatik sehingga
memperoleh keuntungan
Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk
memelihara, membesarkan, dan/atau
membiakkan ikan serta memanen hasilnya
dalam lingkungan yang terkontrol.
(UU no. 31 th. 2004 tentang Perikanan)
Tujuan usaha budidaya
• Meningkatkan jumlah pangan
• Mengimbangi penurunan
persediaan ikan secara alami
• Mencukupi kebutuhan protein
hewani
• Meningkatkan produk lain,
seperti: mutiara, rumput laut, dll
Persyaratan jenis ikan yang dibudidaya
„ Tahan terhadap lingkungan hidup baru
„ Laju pertumbuhannya cukup tinggi
„ Maampu berkembang biak daalam keadaan
tertangkap
„ Mampu menyesuaikan diri terhadap
makanan buatan yg diberikan
„ Dapat dibudidayakan dengan kepaadatan
tinggi
„ Tahan terhadap penyakit dan parasit
„ Memenuhi selera konsumen
Jenis-jenis ikan yang dibudidaya
1. Ikan air tawar
• Gurami (Osphyronemus gouramy)
• Mujair (Tilapia mossambica)
• Nila (Tilapia nilotica)
•Tawes(Puntius javanicus)
•Patin(Pangasius pangasius)
•Lele(Clarias batracus)
2. Ikan air payau
• Bandeng (Chanos chanos)
• Udang windu (Penaeus monodon)
3. Ikan air laut
• Kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus)
• Cakalang (Katsuwonus pelamis)
• Lobster
Ruang Lingkup Akuakultur
Kegiatan Spasial Sumber air Zonasi
Darat-laut
Posisi wadah
produksi
• Subsistem
pengadaan
Sarpras
produksi
• Subsistem
proses Produksi
• Subsistem
penanganan
Pascapanen &
pemasaran
• Subsistem
pendukung
• Pegunungan
• Perbukitan
• Dataran tinggi
• Dataran rendah
• Pantai, muara
sungai
•Terumbu
karang, laut
dangkal
• Laut lepas
• Air tawar
(fresh-water
culture)
• Air payau
(brackish-water
culture)
• Air laut
(mariculture)
• Inland
aquaculture
• Marine
aquaculture
(mariculture)
• Land-base
aquaculture
• Water-base
aquaculture
R.L. berdasarkan kegiatan
Pengadaan
Sarpras produksi
Prasarana:
• Pemilihan lokasi
• Pengadaan bahan
• Pembangunan
fasilitas
Sarana:
• Pengadaan induk,
benih, pakan,
pupuk, obat-obatan, peralatan,
tenaga kerja,dsb
Proses produksi
• Persiapan wadah
kultur
• Penebaran
• Pemberian pakan
• Pengelolaan lingk.
• Pengelolaan
kesehatan ikan
• Pemantauan ikan
• pemanenan
Penanganan
pascapanen&pemasaran
• Peningkatan mutu
produk
• Distribusi produk
• Pelayanan
konsumen
Pendukung
• Aspek hukum
• Aspek keuangan
•Aspek
kelembagaan
R.L. Akuakultur Berdasarkan Zonasi Darat-Laut
¾Inland aquaculture : kegiatan akuakultur
yang dilakukan di darat (land base)
dengan menggunakan sumber air
berupa air tawar (mata air, sungai,
danau, waduk, saluran irigasi, air hujan,
air sumur, dan genangan air lainnya)
atau air payau.
¾Marine aquaculture (mariculture) :
kegiatan akuakultur yang dilakukan di
laut.
¾ Land-base aquaculture : kegiatan akuakultur yang berbasiskan
daratan, dimana unit budidaya berlokasi di daratan dan mengambil
air dari perairan di dekatnya.
– contoh: kolam air tenang, kolam air deras, sawah, dan tambak.
– terdapat pembatas antara unit budidaya dengan perairan sebagai
sumber air, minimal oleh pematang sehingga land base aquaculture
merupakan sistem tertutup (closed system).
– faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi sistem produksi,
seperti pencemaran, dapat direduksi dengan cara menutup aliran air
masuk ke dalam sistem atau men-treatment air terlebih dahulu
sebelum digunakan.
¾ Water-base aquaculture : kegiatan akuakultur yang berbasiskan
perairan, dimana unit budidaya ditempatkan di badan perairan
(sungai, saluran irigasi, danau, waduk, dan laut)
– contoh: jaring apung, rakit apung, jaring tancap, karamba, dll.
– interaksi antara ikan (unit) budidaya dengan lingkungan perairan
berlangsung hampir tanpa pembatasan sehingga merupakan sistem
terbuka (open system)
– lebih mudah terkena dampak pencemaran atau sebagai salah satu
sumber pencemaran lingkungan.
R.L. Akuakultur Berdasarkan Posisi Wadah Produksi
• Euryhaline: spesies yang memiliki
toleransi terhadap salinitas dengan
kisaran yang luas
• Domestikasi: kegiatan menjadikan ikan
kultur dari ikan liar dengan prospek
pasar dan isu lingkungan yang kuat
Manajemen produksi
akuakultur
1. Manajemen kolam 2. Manajemen benih
3. Manajemen
Pemberian
pakan
5. Manajemen
Kesehatan ikan
4. Manajemen
Kualitas air
6. Manajemen panen
Proses manajemen produksi akuakultur
Contoh kegiatan proses produksi akuakultur
1. Persiapan wadah:
a. pengeringan
b. perbaikan
c. pemupukan
d. pengisian air
2. Penebaran benih
3. Pemberian pakan
4. Pengelolaan air
5. Pemberantasan hama dan penyakit
6. Pemantauan pertumbuhan
7. Pemanenan

Penulis: yomo23setiawan

berjalan dan menjalani segala ketentuan yg ditakdirkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s