Yomo23setiawan's Blog

Just another WordPress.com site

Membuat larutan untuk menguraikan sampah kotoran lele dan sisa makanan lele http://mastekop.blogspot.com/2011/06/suplemen-lele.html#!/2011/06/suplemen-lele.html

2 Komentar


Membuat larutan untuk menguraikan sampah kotoran lele dan sisa makanan lele pellet yang masih tertinggal di dalam kolam. Larutan terdiri dari Biakan Bakteri Buatan sendiri 250 ml ditanbah gula 2 sdm ditambah air bersih 100 ml, lalu didiamkan selama minimal 5 jam untuk mengaktifkan bakterinya, yang mungkin sedang istirahat. Waktu pembiakan 5 jam ini saya peroleh dari waktu standar Aqua Simba buatan ITB, dan saya coba jadikan standar waktu pengaktifan pembiakan bakteri. Dalam kasus ini, pengaktifan larutan saya mula jam 15.00 dan dimasukkan wadah plastik tertutup dan dibiarkan semalaman.

Larutan pengurai limbah dari Biakan Bakteri Buatan Sendiri (B3S) akan diceburkan ke kolam besok pagi satu jam sesudah lele sarapan. Dengan asumsi, setelah bakteri aktif, diceburin ke kolam, kena sinar matahari, bakteri akan mulai menguraikan limbah kotoran lele dan sisa makanan yang tenggelam ke dasar kolam, serta sisa bangkai kecebong dls.

Asumsi ini bisa salah karena saya tidak punya dasar ilmiah alias gak punya ilmunya, jadi dicoba saja dulu, diamati, dievaluasi, kalau salah ya dibenerin. Sambil nyari ilmunya.

Disini saya mencoba untuk memanfaatkan kandungan muatan local dalam budidaya lele ini, supaya lele yang saya hasilkan mendekati ke arah organik. Penggunaan bahan kimia sintetis atau apapun namanya saya coba hindari, supaya lele yang ada menjadi tahan banting alamiah, atau dengan ramuan herbal saja.

Referensi yang saya peroleh adalah kalau EM-4 bisa digunakan untuk mengurai limbah kolam dan bisa digunakan untuk menguraikan sampah organik menjadi pupuk. Kemudian dari pengalam empiris para petani diberbagai daerah memanfaatkan sumber daya alami yang ada disekitarnya dan bisa menghasilkan biakan bakteri sendiri yang ternya juga bisa digunakan untuk menguraikan sampah organik menjadi pupuk organik, maka saya mencoba meberanikan diri menggunakan biakan bakteri buatan sendiri untuk diaplikasikan sebagai pengurai limbah kotoran ikan, dalam hal ini lele, dan sisa makanan, pellet dalam air. Bismillah.

Gb-01. Biakan Bakteri Buatan Sendiri

Gb-02. Larutan Pengurai Limbah Kolam B3S

Spirit saya menggunakan bahan yang ada disekitar kita adalah untuk memotivisir teman-2 peternak lele dan ikan untuk memanfaatkan resources yang ada disekitarnya yang telah dikaruniakan Allah kepada kita semua. Dengan demikian akan mendekatkan kita kepada alam dan Allah sebagai Penciptanya.

30 Mei 2011

Pelet dicampur dengan larutan jakucur. Larutan ini berbahan Jahe, Kunyit (Kunir/Koneng) dan Kencur/Cikur. Bahan-bahan tersebut diparut, ditambah 4 sdm air bersih, diperas, ditampung dalam wadah. Karena penggunaannya paling 2-3 sdm per-penyampuran, sisanya bisa disimpan dalam kulkas. Bahan-bahan tersebut masing-masing 100 gram (1 ons), bisa digunakan sampai dengan 1 minggu. Campuran saya selang-seling dengan kombucha setiap satu minggu.

Gb-03. Larutan Jakucur

Gb-04. Pelet dicampur larutan jakucur

Larutan B3S pengurai limbah diceburkan ke kolam 1 jam setelah lele sarapan. Supaya lele cukup mencerna makanannya dan tahan mendapatkan tambahan bahan penguat baru. Dengan B3S ini saya harapkan berfungsi sebagai pupuk plankton. Dengan dipupuk secara rutin maka diharapkan jumlah plankton dalam air memadai sehingga, mestinya ngirit asupan makanan tambahan.

Air kolam dijaga ketinggiannya sekitar 40 cm dari permukaan tanah. Kalau hujan deras selama satu jam, berturut-turut selama 3-4 hari maka kolam yang permukaannya hanya 2 m2 ternyata bisa menampung tambahan air hujan sebanyak kurang lebih 100 Liter. Kalau dibiarkan, dengan konstruksi yang ada dikawatirkan kolam akan ambruk.

Pengurangan dilakukan sambil olah raga, yaitu air diambil menggunakan gayung dan dimasukkan timba, dibuang ke selokan. Lumayan tangan berayun 100 kali, dan otot meregang 10 kali mengangkat timba 10 literan.

Lele ke-3 ku mati setelah 1.5-2 jam kolam diceburin larutan B3S, wah ada beberapa kemungkinan kenapa lele mati meski hanya 1 ekor :

1. Apakah mungkin larutan terlalu keras, 250ml B3S dicampur air 1000ml + 2sdm gula putih. Wallahhualam. Kita lihat saja kesudahannya.

2. Apakah tidak tahan jakucur ya?

3. Atau sudah sakit sebelumnya tapi gak ngomong-ngomong ya?

Gb-05. Lele mati ke-3

Tunggu sambungan laporan lele berikutnya ya …………

Penulis: yomo23setiawan

berjalan dan menjalani segala ketentuan yg ditakdirkan.

2 thoughts on “Membuat larutan untuk menguraikan sampah kotoran lele dan sisa makanan lele http://mastekop.blogspot.com/2011/06/suplemen-lele.html#!/2011/06/suplemen-lele.html

  1. bagus. ayo posting lagi hasil ujicobanya

  2. Terima kasih atas informasinya…
    Sy juga lagi jungkir balik gara2 kelakuan lele sy yg tdk ada habis2nya…
    Tdk mau makan meski pakan sdh diberikan berbagai macam perlakuan mulai dr minyak ikan KW 10 sampai scott emulsion, temulawak, bawang putih… Tetep tdk berpengaruh…😦
    Waktu dicek kualitas air sumber dan air kolamnya, NH3 nya tinggi banget. Air sumber (air sumur), NH3nya 1.5 ppm. Air kolam, NH3 nya 5 ppm.
    Mungkin toksisitas NH3 menekan laju metabolisme ikan… (seingat sy NH3 berpotensi menyebabkan kerusakan pada insang dan menyebabkan penyakit yg ada istilahnya brown disease…). Mk-nya sy mau coba utk menetralisir NH3 dgn memberikan EM4 (setelah baca artikel ini).
    Meski masih uji coba, cara yg bpk lakukan layak dicoba di tempat sy (Cilincing).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s