Yomo23setiawan's Blog

Just another WordPress.com site

Aplikasi BeKa Dekomposer Plus Probiotik pada Limbah Ternak (sapi, kerbau, kambing, kuda serta ruminansia lainnya) dan Limbah Sawit untuk media Budidaya Maggot

Tinggalkan komentar


Aplikasi BeKa Dekomposer Plus Probiotik pada Limbah Ternak (sapi, kerbau, kambing, kuda serta ruminansia lainnya) dan Limbah Sawit untuk media Budidaya Maggot
Aplikasi BeKa Dekomposer Plus Probiotik pada Limbah Ternak (sapi, kerbau, kambing, kuda serta ruminansia lainnya) dan Limbah Sawit untuk media Budidaya Maggot
Oleh Eddy Santoso · Terakhir disunting 22 detik yang lalu · Sunting Dokumen
Aplikasi BeKa Dekomposer Plus Probiotik pada Limbah
Ternak (sapi, kerbau, kambing, kuda serta ruminansia lainnya) dan Limbah Sawit
untuk media Budidaya Maggot

– BeKa Dekomposer Plus Probiotik diproduksi melalui proses bioteknologi menggunakan mikrobia pengurai bahan-bahan organic, terutama selulosa dan lignin.
– Aplikasi BeKa Dekomposer Plus Probiotik sesuai untuk fermentasi / dekomposisi Limbah / Kotoran Ternak (sapi, kerbau, kambing, kuda serta ruminansia lainnya) dan Limbah Sawit.

– Media dibedakan menjadi 2 jenis :

1. Media pemancing lalat : limbah ikan/daging lain yang berbau amis, tanpa penambahan probiotik. (jumlah media sedikit saja, karena fungsinya hanya sebagai pemancing agar lalat mau hinggap dan bertelur)

* Mengapa tanpa probiotik? Karena apabila media pemancing diberi BeKa Dekomposer Plus Probiotik, lalat tidak mau datang (ada aroma pengusir serangga dan memutus daur hidup lalat dari panas yang dihasilkan saat proses fermentasi terjadi)
* Media pemancing sangat penting karena menentukan jumlah lalat yang hinggap dan bertelur yang pada akhirnya menentukan maggot yang dihasilkan.

1. Media Pemeliharaan larva lalat yang ditambahkan BeKa Dekomposer Plus Probiotik.

Mengapa harus ditambahkan BeKa Dekomposer Plus Probiotik pada Limbah / kotoran Ternak atau limbah Sawit? (selain limbah / kotoran Unggas)

* Kandungan nutrisi limbah / kotoran Ternak atau limbah Sawit relatif masih cukup tinggi sehingga apabila di uraikan dengan baik akan bermanfaat bagi larva lalat yg menetas.
* Fermentasi / dekomposisi memerlukan waktu yang lama bila tanpa bantuan probiotik :

– Limbah ternak tanpa BeKa Dekomposer Plus Probiotik +/- 2 bulan, dengan BeKa Dekomposer Plus Probiotik +/- 3 minggu.
– Limbah Sawit tanpa BeKa Dekomposer Plus Probiotik +/- 2 bulan, dengan BeKa Dekomposer Plus Probiotik +/- 1 bulan.

* Mengurangi / menghilangkan polusi bau.
* Bekas media budidaya merupakan bentuk pupuk organik yang sangat baik untuk pemupukan kolam ikan atau tanaman.

– Dosis BeKa Dekomposer Plus Probiotik:

* Media limbah / kotoran Ternak :

1 Liter BeKa Dekomposer Plus Probiotik ditambahkan air 200 Liter untuk 3-5 ton limbah / kotoran Ternak.
Atau
1 cc BeKa Dekomposer Plus Probiotik ditambahkan 200 cc air untuk 3-5 kg limbah / kotoran Ternak.

* Media Limbah Sawit :

1 Liter BeKa Dekomposer Plus Probiotik ditambahkan air 200 Liter untuk 3 ton limbah Sawit.
Atau
1 cc BeKa Dekomposer Plus Probiotik ditambahkan 200 cc air untuk 3 kg limbah Sawit.

– Persiapan Fermentasi :

1. Siapkan wadah/tempat fermentasi media sesuai dengan skala yang akan dibuat.
2. Kotoran unggas di ratakan tipis di lantai yang bersih, semprot dg larutan BeKa Dekomposer Plus Probiotik menggunakan hand sprayer, bila perlu aduk lagi hingga rata.
3. Simpan di tempat yang teduh selama +/- 3 minggu untuk limbah ternak dan 30 hari untuk limbah Sawir. Selama 2 minggu pertama akan terjadi proses awal fermentasi / dekomposisi ditandai dengan timbulnya panas pada media dalam minggu pertama, juga masih adanya bau. Pada 2 minggu berikutnya terjadi proses akhir fermentasi / dekomposisi yang mana sudah tidak ada lagi panas berlebih dan bau.
4. Pada minggu ke 3 untuk limbah ternak dan hari ke 30 untuk limbah Sawit, media sudah siap digunakan untuk penetasan dan pembesaran larva lalat.

– Apakah Media bekas bisa dimanfaatkan lagi?

* Media bekas budidaya maggot akan mengalami penurunan kualitas selama masa budidaya, juga akan terkontaminasi oleh jamur dan mikrobia yang merugikan. Jadi sebaiknya pengulangan media budidaya maksimal hanya 1 kali saja untuk optimalisasi budidaya.
* Media bekas budidaya maggot dapat dipergunakan sebagai pupuk organik yang sangat baik kualitasnya pada kolam ikan dan tanaman, dengan dosis 0,2 s/d 0,5 kg per meter persegi luas kolam.

– Aplikasi Budidaya Maggot:

* Biarkan media pemancing lalat berada di tempat terbuka selama +/- 3 hari, pastikan sudah terlihat adanya telur lalat.
* Siapkan media yang sudah terfermentasi sebanyak 15 kg, pindahkan media pemancing beserta telur lalat ke media yang sudah terfermentasi.
* Tempat budidaya dapatberupa tong bekas cat tembok, atau wadah lain. Wadah budidaya harus modifikasi dahulu agar larva tidak lari setelah menetas. Modifikasi dapat dilihat pada link sbb: http://www.youtube.com/watch?v=-kjNvE5IOdw&feature=related . Dengan modifikasi wadah budidaya, akan lebih mudah dalam menyimpan dan memanen maggot.
* Biarkan selama kurang lebih 4 s/d 7 hari, larva lalat akan terlihat. Jangan biarkan lebih dari 9 hari, karena larva cenderung untuk pergi meninggalkan media dan mencari tanah sebagai habitat fase pupa untuk kemudian menjadi lalat.
* Setelah dibersihkan dengan air, maggot dapat langsung diberikan pada ikan atau diolah untuk bahan campuran pakan buatan.

Dengan Media 15 kg hasil yang didapat bervariasi antara 5-9 kg maggot (berat basah) pada hari ke 4 s/d 7 masa budidaya.

Penulis: yomo23setiawan

berjalan dan menjalani segala ketentuan yg ditakdirkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s